Loading...
Loading...

Jibril pernah mendatangi saya. Di tangannya ada sesuatu seperti kaca putih. Di dalam kaca putih itu ada titik hitam.

Saya pun bertanya ” Wahai Jibril, ini apa?”

Jibril menjawab “Ini hari Jumaat.”

Saya bertanya lagi “Apa maksud hari Jumaat?”

Jibril menjawab “Kalian mendapat kebaikan di dalamnya.”

Saya bertanya lagi “Apa yang kami dapat di hari Jumaat?”

Jibril menjawab “Hari Jumaat adalah hari raya untukmu dan umat selepasmu. Orang Yahudi dan Nasrani yang mengikutmu merayakan hari Sabtu Ahad.”

Saya bertanya lagi “Apa lagi yang kami dapat di hari Jumaat?”

Jibril menjawab “Di dalamnya ada satu kesempatan waktu; jika ada seorang hamba muslim berdoa bertepatan dengan waktu tersebut untuk urusan dunia dan akhiratnya, dan itu menjadi jatahnya di dunia, maka pasti Allah kabulkan doanya.

Jika itu bukan jatahnya maka Allah simpan untuknya dengan memberikan yang lebih baik daripada apa yang dia minta, ataupun dia dilindungi dan dihindarkan daripada keburukan yang ditakdirkan menimpanya sebelum itu, yang nilainya lebih besar berbanding doanya.”

Loading...

Saya bertanya lagi, “Apa titik hitam ini?”

Jibril menjawab, “Ini adalah kiamat yang akan terjadi dihari Jumaat. Hari ini adalah pemimpin hari yang lain menurut kami. Kami menyebutnya sebagai ‘yaumul mazid’, hari tambahan pada hari kiamat.”

Saya bertanya lagi, “Mengapa?”

Jibril menjawab, “Kerana Allah menjadikan sebuah lembah daripada minyak wangi putih. Apabila hari Jumaat datang, Dia turun daripada illiyin di atas kursi-Nya.

Kemudian, kursi itu dikelilingi emas yang dihiasi pelbagai perhiasan. Kemudian, datang para nabi dan duduk di atas mimbar tersebut. Kemudian, datang para penghuni syurga daripada kamar-kamar mereka dan duduk di atas bukit pasir. Kemudian, Allah menampakkan diriNya kepada mereka dan berfirman, ‘Mintalah, pasti Aku beri kalian!’

Maka mereka meminta redhaNya. Allah pun berfirman, “RedhaKu adalah Aku halalkan untuk kalian rumahKu dan Aku jadikan kalian berkumpul di kursi-kursiKu. Oleh itu, mintalah, pasti Aku beri!”

Mereka pun meminta kepadaNya. Kemudian Allah bersaksi kepada mereka bahwa Allah telah meredhai mereka. Akhirnya, dibukakan sesuatu yang belum pernah dilihat mata ataupun didengar telinga ataupun terlintas dalam hati sesiapa.

Semua itu berlaku pada hari Jumaat sehingga mereka selalu menantikan hari itu supaya dapat melihat Allah dan mendapat tambahan nikmat daripadanya.”

(HR. Ibnu Abi Syaibah, Thabrani dalam Al-Ausath, Abu Ya’la dalam Al-Musnad, Hasan Shahih)

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Name
Email
Website