BERBAGI

Ramadan in Madeenah
Kisah Kerinduan Anak Kecil Kepada Baginda Rasulullah SAW. Rasa cinta dan rindu tidak hanya dimiliki oleh orang dewasa, anak kecil pun merasa rindu. Ketika ditinggal oleh ayah dan ibunya untuk beberapa hari, maka ia akan merasa rindu.….. (Like/follow page Informasi Dan Tauladan di Facebook Kami..)

Namun cerita yang akan kami paparkan berikut ini bukan rindunya seorang anak kepada ayah dan ibunya. Ini adalah kisah kerinduan yang dalam dari seorang anak kecil kepada baginda Rasululullah SAW.

Terjadi satu kisah di zaman Syeikh Abdurrahman Ad-Diba’i ra. Ketika sedang berkumpul dengan orang di kota Zabid ( ujung kota Yaman ) untuk berziarah ke makam Sayyidina Muhammad SAW di kota Madinah.

Jarak perjalanannya membutuhkan waktu selama 2 minggu. Ketika rombongan tadi hendak bergerak ke kota Madinah, datanglah seorang anak kecil sekitar 8 tahun, ia berkata, “wahai syeikh, aku hendak ikut ziarah ke makam Nabi SAW”.

Namun permintaan anak kecil itu tidak diizinkan oleh syeikh, karena kau nanti membuat susah, orang hendak ke sini kau hendak kesana. Lalu syeikh bertanya kepada anak kecil itu, “kenapa kau sangat ingin ikut”, anak itu menjawab, “wahai syeikh, percayalah! aku sangat rindu kepada Rasulullah”.

Namun dijawabnya, ”Sudahlah kau tetap tak boleh ikut”. Maka berjalanlah rombongan tadi. Setibanya di kota Madinah tepatnya dimakamnya Sayyidina Muhammad SAW, terkejutlah Syeikh Abdurrahman Ad-Diba’i karena melihat anak kecil itu ada dihadapannya. ”Wahai anak kecil, dari mana kau datang. Bagaimana kau bisa ikut.”

”Ketika kalian berangkat, aku masuk dalam kotak/peti ikut bersama rombongan ziarah ke makam Sayyidina Muhammad SAW”, Syeikh berkata, “aku tidak heran kalau kau masuk peti, tapi selama 2 minggu kau makan dan minum dari mana, tidak?.”….. (Like/follow page Informasi Dan Tauladan di Facebook Kami..)

”Wahai syeikh, sungguh aku dilupakan dari makan dan minum karena sangat rindu kepada Nabi SAW”. Anak kecil tadi pun bertanya: ”Wahai syeikh, apakah benar tanah ini pernah di pijak Rasulullah?” Kata syeikh ”ya’.’ Kemudian anak tersebut mengambil tanah itu lalu diciumnya tanah tersebut, terus anak kecil itu tiba-tiba roboh seakan-akan pingsan. Rupanya anak kecil itu telah wafat. Anak kecil itu di kebumikan di luar kota Madinah karena orang luar. Kemudian kesemuanya terus mengerjakan umroh.

Saat pulang, syeikh teringat kepada anak tadi, lalu datang menziarahi makam anak itu. Ketika syeikh melihat keadaan makam itu, menjadi bingung. Karena kubur itu diluar kota Madinah tapi berangsur-angsur bergeser masuk kota Madinah mendekati makam Sayyidina Muhammad Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam. Maka menangislah Syeikh Abdurrahman Ad-Diba’i. Sampai sekarang makam tersebut masih ada dan makam tersebut ada di seberang Masjid Nabawi.

”Wahai anak kecil betapa hebat dan mulianya engkau, sewaktu kecil kau rindu hendak ziarah ke makam Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW, dan sewaktu kau wafat kau juga rindu kepada Rasulullah…”

Syeikh Abdurrahman Ad-Diba’i pun menangis di dalam rumahnya “Aku ini adalah seorang imam tapi aku malu melihat kecintaan seorang anak yang sangat mencintai Rasulullah SAW. Dan sang Imam pun menulis riwayat perjalanan anak kecil tersebut di Maulidnya. Subhanallah,….. (Like/follow page Informasi Dan Tauladan di Facebook Kami..)

Wallahu A’lam

Loading...