BERBAGI

Erabaru.net. Keberadaan jalan tol telah membawa kenyamanan yang besar saat bepergian, namun apakah pernah terlintas dalam benak kalian, bahwa meski di jalur dengan dataran yang sangat terbuka sekali pun, jalan tol justru dirancang dengan jalur yang berkelok-kelok, bukannya lurus, mengapa?

Alasan pertama

Alasan yang pertama ini mungkin bisa terlintas dalam pikiran kita, yakni untuk melewati ketidakstabilan geologi (komposisi, struktur, sifat-sifat fisik dan keterbentukannya), untuk mencegah retakan permukaan jalan, yang akan secara serius bedampak pada arus lalu lintas.

Alasan kedua

Ada rintangan seperti gunung dan sungai atau semacamnya di permukaan jalan, jadi konstruksi kecepatan tinggi dipaksa harus melaju secara melingkar/berbelok.

Alasan ketiga

Dan salah satu faktor yang sangat penting, meski beberapa tempat bisa dibangun dengan jalu lurus, hal ini juga seringkali untuk menghindari model konstruksi ini, karena mengemudikan kendaraan secara lurus tidak aman!

Kenapa begitu ? Menurut penelitian ilmiah, bahwa sangat rentan terjadi kecelakaan lalu lintas pada kecepatan tinggi di jalan yang terlalu datar dan lurus.

Pertama, karena kecepatan yang sangat stabil pada kecepatan tinggi, yang umumnya dikisaran antara 80 km / jam – 100 km / jam, dan deru angin, deru (suara berisik dari gesekan antara ban mobil dengan aspal), dan suara statik didalam mobil.

Ketika pengemudi menjalankan kendaraannya untuk waktu yang lama, ia secara bertahap akan merasakan kelelahan karena kehilangan stimulasi sensoriknya, selanjutnya akan diikuti dengan rasa kantuk, sehingga rasa kecepatan dan respons cepat akan berkurang secara drastis, dan dalam kondisi ini, kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas akan meningkat.

Kedua, dari karakteristik visual mata, jika pengemudi melihat jarak yang tak terbatas untuk waktu yang lama, akan menghasilkan perbedaan visual, yaitu semacam kelelahan visual, sangat rentan melihat objek yang dekat seakan berada di tempat yang jauh, dan kecelakaan mungkin sudah terjadi saat si pengemudi baru sadar dan menginjak rem !

Selain itu, ditilik dari sudut pandang psikologis, jalan yang terlalu datar dan lurus juga dapat menyebabkan orang-orang menjadi tidak awas. Jika dibangun jalur yang berkelok-kelok di beberapa titik, maka pengemudi mau tidak mau harus memperlambat sekaligus meningkatkan keselamatannya dalam berkendara.

Di sini Anda mungkin akan memperhatikan, bahwa pada umumnya kita akan melewati jalan menikung saat keluar dari tol, arus kendaraan melaju perlahan menyusuri jalan menikung.

Jalur yang menikung ini adalah panduan yang aman bagi pengemudi untuk mencegah kecelakaan dari kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi setelah keluar dari jalur tol. Dan jalur yang menikung ini memang sengaja dirancang seperti itu untuk meningkatkan keamanan berlalu lintas.

Sekarang Anda sudah tahu kan, fungsi dari jalan yang berkelok-kelok itu memang sengaja dibuat untuk “memaksa” Anda agar tetap konsentrasi, dalam keadaan sadar, respons cepat, dan dalam batas kecepatan berkendara.

Dan itu adalah tali pengaman lalu lintas berkecepatan tinggi Anda!

Semua orang suka dengan jalan yang lurus dan lancar, tapi tak tahunya juga akan menyebabkan risiko dan kecelakaan setelah terlalu sering melaju di jalan yang lurus-lancar.(jhn/yant)

Sumber: life.bldaily.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

The post “Jalan Raya Bebas Hambatan” Ini Sengaja Dirancang Berkelok-kelok, Ternyata Ini Alasannya ! appeared first on Erabaru.

Klik Jempol Di atas yaa… Otomatis Berteman dgn Saya….
dan TOLONG Bantu Bagikan ke Facebook ……

Loading...