BERBAGI

Di zaman kuno, perempuan dianggap lebih rendah dari pada kaum pria.

Pada umumnya setelah perang atau bencana alam, banyak orang yang tidak punya pilihan lain selain menjual

anak perempuan mereka. Biasanya untuk dijadikan pembantu atau pelacur di keluarga kaya, dengan begitu

mereka mempunyai upah bulanan yang stabil. Banyak wanita yang kehilangan kebebasan karenanya, selamanya

hanya bisa menjadi pembantu.

Setelah bekerja di rumah kaya, pembantu juga memiliki tingkatan yang dinilai dari faktor penampilan dan

kecerdasan mereka. Jika memenuhi kriteria, maka pekerjaan wanita tersebut tidak akan dikasih yang terlalu berat.

Sebagian besar pekerjaannya hanya mengurus majikannya. Selain itu, karena lebih sering bertemu dengan

majikan, maka akan ada kesempatan lebih besar untuk dapat hadiah. Apakah benar pembantu pribadi

(pembantu yang cantik) lebih enak dari pembantu yang bekerja kasar?

Sebenarnya belum tentu. Pembantu pribadi tidak hanya dipanggil untuk menemani majikannya tidur.

Bahkan jika melahirkan anak, anak tersebut akan dihina karena identitas ibunya.

Pembantu kerja kasar dan pembantu pribadi tidak ada bedanya sama sekali. Pembantu kerja kasar masih mesti

kerja dalam jangka waktu yang panjang. Sedangkan pembantu pribadi harus siap sedia dan setiap saat di depan

pintu menunggu perintah dari majikannya. Jika majikan yang lebih menyeramkan, pembantu pribadi akan

dibunuh untuk dibuat menjadi “dupa”. Kemungkinan juga badan mereka di hancurkan. Kejam bukan?

Pada periode Dinasti Jin, Kaisar Wu memakai segala cara untuk mendapatkan dunia. Tapi pemerintahannya tidak

memprioritaskan melawan musuh, tetapi perbandingan dengan musuh. Kaisar Wu sangat boros dan suka

memamerkan kekayaannya. Ia tidak berhenti membangun rumah untuk menunjukan hartanya. Ia juga

membangun kamar mandi yang mewah dengan toilet yang terbuat dari emas. Ia juga mengatur supaya ada satu

pembantu pribadi di dalam toilet yang pekerjaannya adalah mengelap pantatnya.

Yang paling bikin orang mual adalah mereka dapat membunuh pembantu pribadi tersebut. Yang paling parahnya

lagi, anaknya kaisar menderita penyakit bronkitis sehingga selalu batuk berdahak. Tetapi karena ia sangat

menjaga kebersihan, ia tidak tega untuk membuang dahak ke lantai. Sehingga, setiap kali ia ingin membuang

dahak, seorang pembantu pribadi harus berlutut di depannya dan membuka mulutnya. Ia lalu akan membuang

dahak ke dalam mulut pembantu tersebut dan memaksanya untuk menelan. Jika menolak, wanita itu akan

dipukuli.

Banyak sekali hal menyeramkan yang terjadi pada zaman kuno.

Derajat terendah adalah pembantu pribadi itu karena mereka berasal dari keluarga yang miskin.

Tidak dapat dibayangkan yah! (sripoku.com/pairat)

Klik Jempol Di atas yaa… Otomatis Berteman dgn Saya….
dan TOLONG Bantu Bagikan ke Facebook ……

Loading...