Loading...
Loading...

Erabaru.net. Banyak pengemudi ambulan yang punya pengalaman melimpah, memiliki cerita yang tak ada habisnya. Mereka telah menyaksikan sendiri sejumlah kemuliaan dari sifat manusia pada saat paling kritis antara hidup dan mati. Beberapa diantaranya bahkan melampaui imajinasi kita, dan tidak dapat dijelaskan secara ilmiah.

Berikut ini ada satu kisah penyelamatan yang menyentuh kalbu, sehingga banyak orang yang tidak mau tidak harus percaya bahwa “kekuatan cinta itu melampaui batas ruang dan waktu”.

Cerita ini dibagikan oleh seorang netizen pria yang pernah menjalani latihan khusus tentang pedoman kerja dari petugas ambulan dan membagikan kisahnya di situs PPT-Taiwan (nama netizen : Feng chi-erh).

Cerita ini adalah pengalaman pribadi seorang petugas ambulan bernama Zhao. Netizen ini mengatakan bahwa profesionalisme dari petugas ambulan Zhao ini sangat mengagumkan.

Zhao menceritakan, suatu hari dia menerima sebuah tugas, bahwa terjadi sebuah kecelakaan di sebuah jalan dengan medan penglihatan yang kabur, selama terjadi kecelakaan di area jalan ini, dipastikan kondisinya sangat parah.

Ketika dia tiba bersama dengan salah satu rekannya di lokasi kejadian, dia melihat sebuah sepeda motor tergeletak di pinggir jalan dengan kondisi hancur, sementara seorang wanita berambut panjang juga terkapar diam di samping motor.

Ketika dia melihat lebih dekat, dia melihat otak wanita itu berceceran keluar dari batok kepalanya, dan dinyatakan OHCA – Out of Hospital Cardiac Arrest (Tewas di tempat sebelum dilarikan ke rumah sakit).

Tak lama kemudian, dia mendengar tangisan keras seorang gadis cilik, mungkin anak dari wanita pemilik kendaraan, bocah perempuan cilik itu terlihat menangis histeris di bahu jalan.

Keduanya pun segera memeriksa kondisi si bocah, dan melihat banyak luka memar di sekujur tubuhnnya dan patah tulang, tapi untungnya tidak ada bahaya yang mengancam jiwanya.

Hanya saja bocah itu terus menangis sambil berseru, “Bu, sakit bu, sakit sekali.” Ratapnya dengan bibir bergetar.

Ibu dan anak perempuan itu kemudian dibawa ke mobil ambulan secara terpisah.

Karena ambulan hanya bisa membawa satu orang yang terluka, dan berdasarkan prinsip penyelamatan, mereka harus lebih dulu menyelamatkan korban yang masih “hidup” .

Jadi, mereka lebih dulu membawa bocah itu ke ambulan, sekaligus memanggil ambulan lainnya untuk mengangkut ibu si bocah yang sudah tak bernyawa.

Setelah ambulan yang membawa bocah itu tiba di rumah sakit, petugas keamanan rumah sakit berlari keluar dan membuka pintu ambulan untuk membantu.

Mereka semua membantu menurunkan tandu dari ambulan, kemudian membawa bocah itu ke ruang gawat darurat. Sementara itu, Zhao mengisi catatan penyelamatan korban.

Namun, gadis cilik itu tidak memiliki kartu asuransi kesehatan, sehingga tidak bisa mencatat informasi dasarnya.

Meskipun gadis itu dalam keadaan sadar, tapi emosinya masih labil dan tidak dapat menjawab pertanyaan.

Seorang bocah cilik berada ke ruang gawat darurat sendirian tanpa ditemani orang dewasa, kondisi seperti ini sangat jarang ditemui.

Ketika Zhao sedang berpikir, satpam rumah sakit yang tadi turut membantu menurunkan tandu si bocah kebetulan melihat Zhao yang bingung, lalu menghampirinya dan bertanya “Ada apa?”

“Tidak apa-apa, hanya sedikit bermasalah dengan informasi seputar gadis cilik itu, karena dia tidak memiliki identitas diri, jadi entah bagaimana mengisi form tentang dirinya?” kata Zhao.

Satpam yang tahu Zaho kebingungan, langsung berkata : “Kenapa tidak tanyakan saja pada ibunya ?”

Ketika ambulans satunya diparkir di luar ruang gawat darurat, hanya satpam sendiri yang menyaksikan pemandangan yang membingungkannya saat itu.

“Ibunya…?” gumam Zhao sambil menatap satpam.

Disaat Zhao sedang berpikir keras bagaimana menjelaskan tentang kematian ibunya si bocah, tak disangka kejadian berikutnya membuat Zhao dan rekannya terpaku di tempat ! Pak Zhao terus membayangkan kembali peristiwa itu :

Loading...

Satpam rumah sakit itu kemudian berkata,” Bukankah ibunya barusan ikut turun dari mobil kalian, ia malah ikut masuk ke ruang gawat darurat!” Kata si satpam sambil menunjuk ke pintu ruang gawat darurat.

Zhao dan rekannya diam terpaku sambil menatap si satpam, mereka dengan yakin memastikan tidak ada orang lain saat menurunkan tandu si bocah ketika itu.

Satpam itu tampak bingung sambil menatap Zhao dan rekannya, tiba-tiba terdengar raungan nyaring ambulan dari luar, dan para staf medis pun bergegas menuju ke pintu. Pasiendalam ambulan itu pasti mengalami luka yang parah.

Satpam yang mendengar sirene ambulan itu pun bergegas pergi membantu dan berkata,” Saya bantu-bantu dulu, nanti kita ngobrol lagi.”katanya buru-burtu.

“Kolom form ini tidak usah diisi, lewati saja,” gumam Zhao, kemudian dia dan rekannya pun bersiap kembali ke mobilnya.

Saat akan menyalakan mesin mobil, tampak satpam rumah sakit berlari ke arah mobil Zhao sambil mengayunkan tangan dan mengetuk kaca mobil.

Zhao menurunkan kaca jendela mobilnya, tampak satpam itu berkata dengan terengah-engah,” Bukankah tadi ada satu korban luka-luka yang baru masuk ? ”

Sekilas itu, pak Zhao sudah bisa menebak apa yang akan satpam katakan selanjutnya.

“Mereka bilang korban yang diturunkan dari ambulan itu sudah meninggal sebelum tiba di rumah sakit!. Tapi sosok orang itu sama persis dengan orang yang turun dari mobil kalian, bahkan pakaian mereka pun sama!” kata satpam dengan mimik serius.

“Saya menyusul masuk ke dalam ruang gawat darurat mencarinya, tapi sosok orang itu sudah tidak ada, ini… apa yang terjadi sebenarnya ?”

Saya bisa mengerti dengan kepanikan satpam rumah sakit, namun, saya justru tidak merasa takut sedikit pun setelah mendengar ceritanya, sebaliknya merasakan seberkas sentuhan hangat, kata Zhao

“Meski dia sendiri sudah meninggal, namun, dia tetap mencemaskan anaknya, mengikuti sepanjang jalan sampai ke rumah sakit hanya untuk memastikan anaknya baik-baik saja, coba kalian renungkan, betapa mulianya ibu itu. Jadi kalian sebagai tim penyelamat harus melakukan yang terbaik, ini merupakan wujud penghormatan pada diri sendiri juga orang lain,” ujar Zhao.

Pada saat-saat terakhir sebelum kembali ke sisi-Nya, ibu yang mencemaskan keselamatan anaknya itu, bersikeras mengantar putrinya ke rumah sakit, dan apakah dia juga berbisik di telinga putrinya, “Jangan takut ya nak, ibu selalu ada di sisimu” dan memberikan semangat untuknya?

Benar-benar mengharukan melihat cinta kasih seorang ibu yang melampaui batas ruang dan waktu!

Meski sudah dipisahkan oleh dua alam yang berbeda, namun, ibu yang sudah berhenti bernapas itu tetap berusaha mengantar putrinya sampai ke rumah sakit, dan agar tidak membuat panik Zhao dan rekannya, dia pun mengantar putrinya tanpa terlihat oleh Zhao, tapi tanpa sengaja terlihat oleh satpam rumah sakit yang mungkin memiliki kekuatan supranatural.

Namun, berapa banyak orang yang percaya dengan cerita seperti ini ? Kita lihat saja bagaimana tanggapan dari warganet….Tidak ada yang tidak percaya bahwa kekuatan cinta seorang ibu memang bisa menembus ruang dan waktu, meski kita tidak bisa menjelaskan sebab-musababnya.(jhn/yant)

Sumber: life.bldaily.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

The post Ibunya Tewas dalam Kecelakaan, Sementara Putrinya yang Masih Kecil Selamat, dan Cerita Pria Ini Membuat Semua Orang Bergidik! Ternyata “Cinta Kasih Ibunya Telah Menembus Ruang dan Waktu”! appeared first on Erabaru.

Klik Jempol Di atas yaa… Otomatis Berteman dgn Saya….
dan TOLONG Bantu Bagikan ke Facebook ……

Loading...