Loading...
Loading...

Erabaru.net. Jika Anda orang Malaysia, maka Anda pasti tidak asing lagi dengan 99 SpeedMart ! Ke mana pun Anda pergi pasti akan menemui 99 SpeedMart .

Di dalam 99 SpeedMart ini semuanya lengkap tersedia, dan sangat nyaman-praktis bagi sebagian besar masyarakat Malaysia! Tapi tahukah Anda siapa di balik kesuksesan 99 SpeedMart yang memiliki 1.000 gerai di seantero Negeri Jiran ini ?

Dia adalah Li Lianghua atau Lee Thiam Wah, pendiri 99 SpeedMart. Ia lahir pada tahun 1954, adalah seorang tokoh difabel.

Ia harus tinggal di atas kursi roda seumur hidup. Tapi dia adalah sosok orang yang ulet dan tegar, tak pernah menyerah meski cacat secara fisik.

Dengan keuletan dan kerja kerasnya, dia baru berhasil meraih puncak kesuksesannya sekarang !

Berikut adalah kisah inspiratif Lee Thiam Wah, sang pendiri 99 SpeedMart!

Menderita polio sejak 8 bulan kelahirannya

Lee Thiam Wah menderita polio sejak 8 bulan kelahirannya. Pada usia 6 tahun ketika itu, keluarganya dengan penuh harap bisa mengobati penyakitnya di Guangzhou, Tiongkok. Namun tak disangka, justru itu menjadi latihan “model iblis” pertama dalam hidupnya.

Selain harus menjalani akupunktur secara teratur, ada operasi tanpa anestesi yang harus dijalani sebulan sekali. Tapi, karena tidak tahan dengan rasa sakit yang menderanya, akhirnya semua operasi pun dihentikan, dan impian untuk bisa bangkit berdiri pun hanya menjadi angan-angannya saja.

Lahir dari keluarga miskin

Le Thiam Wah lahir dari keluarga miskin, ayahnya hanya seorang pekerja bangunan, sementara ibunya adalah seorang pedagang kaki lima, dengan penghasilan yang tidak seberapa.

Orangtuanya harus bekerja keras untuk membesarkannya berikut 10 saudara laki-laki dan perempuannya.

Sehari-hari dia diurus oleh neneknya saat orangtuanya berangkat kerja. Saat itu, orangtuanya tidak sanggup membelikan kursi roda untuknya karena miskin, sehingga sejak kecil dia selalu digendong dipunggung setiap berangkat sekolah.

Namun, karena sekolahnya berjarak 4 kilometer dari rumah dan tidak ada transportasi ketika itu, dia pun putus sekolah.

Untuk mengisi waktu luangnya setiap hari di rumah, dia pun mencari uang jajan dengan cara menjajakan camilan, dan perlahan-lahan terlintas dalam benaknya untuk membuka toko kelontong.

Nasihat dari neneknya membuatnya sukses menjadi seorang taipan

Ketika diwawancarai, Lee Thiam Wah pernah mengatakan bahwa dia sangat iri dengan saudara-saudaranya yang memiliki kehidupan yang normal, sementara dia hanya bisa duduk diam di atas kursi roda.

Namun, dia sangat berterima kasih kepada neneknya yang selalu mengurus dan memotivasinya.

Neneknya pernah mengatakan kepadanya : “Kamu hanya cacat fisik, tapi masih memiliki kecerdasan. Kamu anak yang sangat cerdas, kamu bisa berbuat lebih banyak dengan sepasang tanganmu. Kamu harus bisa mandiri dan mencari cara hidup yang berbeda.”

Sejak itu, kalimat dari neneknya ini pun selalu menari-nari dalam benaknya.

Loading...

Membuka toko kelontong pada usia 23 tahun

Dia mencari uang dengan menjual makanan ringan, dan berkat hidup hematnya, dia berhasil membuka sebuah toko kelontong pada usia 23 tahun.

Lee Thiam Wah terjun sendiri menjalankan usahanya dan mendapatkan kepercayaan dari segenap masyarakat setempat.

Usahanya berangsur-angsur berkembang pesat, lima tahun kemudian, dia memutuskan untuk menantang dirinya lagi. Dia menjual toko kelontongnya pada keluarga.

Membuka pasar mini pertama di tahun 1992

Dengan modal sekitar RM 88.000 (sekitar 308 juta rupiah (kurs saat ini)) dari hasil penjualan tokonya, Lee Thiam Wah membuka mini market pertama di Klang, Malaysia.

Dan itulah awal puncak dari kariernya. Awalnya, mini market ini dirancang untuk menarik minat keluarga berpenghasilan rendah dan pekerja asing, dan secara bertahap ia melebarkan sayapnya dengan membuka cabang satu demi satu.

Mengubah mini market menjadi 99 SpeedMart di tahun 2000

Pada tahun 2000, usahanya semakin berkembang, kemudian dia memutuskan untuk mengubah citra mini market dan memberi nama b 99 SpeedMart! Dia mengatakan alasan memilih 99 karena menurutnya, bahwa meski dia tidak sempurna, tapi dia berharap bisa memberikan pelayanan dan produk terbaik kepada pelanggan, sekaligus dengan harga terbaik.

Sekarang ada lebih dari seribu 99 SpeedMart di Malaysia

Pada Agustus 2017 lalu, Lee Thiam Wah membuka 99 SpeedMart ke – 1000 nya di Shah Alam bertepatan dengan ulang tahun ke – 30 berdirinya 99 SpeedMart yang kala itu hanyalah sebuah toko kecil.

Kini, mereka sudah memiliki lebih dari 10.000 karyawan. Dia juga berencana untuk membuka lebih dari 2.000 toko cabang dalam waktu 3 sampai 5 tahun ke depan. Ia berharap bisa membuka SpeedMart 99 di setiap sudut di Malaysia sebelum 99 SpeedMart go internasional.

Le Thiam Wah belajar dari roda hidupnya : “Satu-satunya batasanmu adalah dirimu sendiri!”

Tidak mudah bagi Lee Thiam Wah mengarungi hidupnya sejak kecil, bukan saja hidup dalam kemiskinan, tapi dia juga harus tinggal di atas kursi roda.

Namun, dia tetap mampu membangun kerajaannya (bisnis) dengan sepasang tangannya sendiri.

Pada 2014 lalu, bisnisnya mendapat keuntungan RM 210 juta (sekiatar 735 miliar rupiah) .

Lee Thiam Wah juga mengatakan bahwa satu-satunya yang dia sesali adalah tidak bisa melanjutkan studinya.

“Satu-satunya batasan hidup adalah dirimu sendiri.” Katanya sekaligus mengakhiri wawancara. (jhn/yant)

Sumber: Wechatpress.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

The post Dia Menderita Polio Sejak Kecil, Namun Tak Pernah Menyerah! Kini Dia Memiliki 1000 Supermarket yang Tersebar di Seluruh Malaysia! appeared first on Erabaru.

Klik Jempol Di atas yaa… Otomatis Berteman dgn Saya….
dan TOLONG Bantu Bagikan ke Facebook ……

Loading...