BERBAGI

Seorang pria yang awalnya sedang asyik berjalan di tepi pantai langsung merasa heran saat melihat sebuah minivan aneh yang justru bergerak menuju ke laut.

Yang membuatnya kaget, ia bahkan sayup-sayup mendengar suara anak-anak berteriak minta tolong dari dalam mobil itu.

Khawatir dengan keselamatan anak-anak tersebut, pria ini segera berlari untuk menyelamatkan mereka.

Bagaimana awal mula kisahnya ?

Pada bulan Maret 2014 yang lalu , pria bernama Tim Tesseneer dari Rutherfordton ini sedang berada di Pantai Daytona yang berlokasi di Florida, Amerika Serikat.

Asyik menikmati suasana pantai, ia tiba-tiba melihat anak-anak di sebuah minivan berteriak bahwa ibu mereka mencoba untuk membunuh mereka.

“Saya meminggirkan mobil saya ke taman dan berlari secepat mungkin.”

“Berat badan saya hampir 136 kg, jadi tidak bisa berlari cepat,” kata Tesseneer kepada WYFF.
“Mereka itu anak-anak, seperti yang terlihat, lengan mereka terjulur keluar dan itu cukup mengerikan.”

 

Ketika sampai di van itu, ia bisa melihat ekspresi wajah ibu dari anak-anak itu.

“Tatapan matanya terlihat kosong, dan anak yang berada di pangkuannya mencoba untuk menjauhkan ibunya dari air.”

“Dua anak di kursi belakang seperti berteriak, ‘Tolong, tolong, ibuku mencoba membunuh kami’,” katanya mengenang kejadian itu.

Seorang pria yang lain yang ikut membantu, Stacey Robinson, juga melihat van itu menuju ke air, dan ia juga berlari mengejar mobil van tersebut.

 

Dua anak itu kemudian berhasil diselamatkan dari van.

Mereka mengatakan kepada petugas penyelamat bahwa ada anak lain yang masih berada di dalam.

“Anak-anak itu selalu berkat masih ada bayi’” kata Tesseneer.

“(Ibu itu) tidak mau mengucapkan sepatah kata pun. Ia tidak memberitahu apa pun tentang bayi. ”

Untungnya, bayi itu berhasil ditemukan dan diselamatkan tepat pada waktunya.

Sedangkan untuk sang ibu, ia mulai memanjat keluar dari van itu sendiri dan berjalan pergi sementara regu penyelamat mencoba menyelamatkan anak-anaknya.

 

“Itu benar-benar memacu adrenalin,” kata Tesseneer tentang penyelamatan tersebut.

“Apa yang kami rasakan hanyalah naluri seperti seorang ayah, seorang manusia.”

“Itu yang mengambil alih.”

“Yang bisa saya pikirkan hanyalah menyelamatkan anak-anak itu.”

“Hanya itu yang saya pedulikan.”

“Saya tidak peduli pada ibunya.”

“Saya tidak peduli dengan van itu.”

“Saya menginginkan anak-anak itu selamat, terlebih karena airnya dingin.”

“Saya ingin anak-anak itu keluar dan membuat diri mereka hangat dan menjauhkan mereka dari ibunya. ”

 

Meskipun Tesseneer berperan dalam menyelamatkan nyawa anak-anak itu, ia ingin orang-orang juga menyadari tindakan Robinson.

“Dia butuh banyak pujian, karena dia yang sebenarnya menolong anak-anak itu secara langsung,” katanya.

 

Pihak berwenang kemudian menemukan fakta bahwa sang ibu, Ebony Wilkerson, sedang kacau pikirannya dan tidak menjawab pertanyaan dari polisi setelah kejadian tersebut.

Mereka juga menemukan bahwa Wilkerson sedang hamil dan pernah diperiksa atas kekerasan sebelum kejadian itu.

Selain itu, adiknya memang sempat menghubungi polisi pada pagi hari untuk memperingatkan mereka tentang masalah kesehatan mental sang kakak dan sudah mencoba mengambil kunci mobilnya, namun tidak berhasil.

 

Setelah kejadian tersebut, anak-anak dirawat di bawah tanggung jawab layanan perlindungan anak, sementara sang ibu dirawat di rumah sakit untuk evaluasi mental.

Wilkerson kemudian diadili secara hukum.

Dokter mengatakan bahwa ia memang menderita penyakit jiwa namun tidak lagi menjadi ancaman.

Dia mengaku tidak bersalah karena alasan kegilaan dan tiga dakwaan percobaan pembunuhan jyang sempat dijatuhkan kepadanya juga dibatalkan.

Klik Jempol Di atas yaa… Otomatis Berteman dgn Saya….
dan TOLONG Bantu Bagikan ke Facebook ……

Loading...